Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Desember 2013

Sepuluh kualitas pribadi yang disukai



1.     Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling
disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan
dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus
selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari
alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas
Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu
diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak
menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2.     Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru
mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap
rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.

3.      Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya.
Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati
janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4.     Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu
dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih
suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara
mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada
frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5.     Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan
tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang
ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu
berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain,
juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong
semangat orang lain.

6.     Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan
sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika
mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan.
Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan
siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas
apapun yang dialami dan dirasakannya.

7.     Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya
sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang
percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang
baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8.     Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang
lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa
benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar,
tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9.     Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka
membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah
besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan
masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang
berada di luar kontrolnya.

10.  Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan
saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang
lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi
kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri.
Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
(copy paste dari NN)

Senin, 14 Januari 2013

Belajar mensyukuri


bismillaahirrohmaanirroohiim

Semoga tulisan ini menjumpai teman-teman semua dalam keadaan sehat wal’afiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT, Amin.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita kadang lupa untuk bersyukur. Banyak hal dan kejadian yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari kita yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, dan mungkin hal tersebut tidak kita sukai, yang membuat kita merasa sedih, marah, tidak nyaman, dan perasaan tidak baik lainnya.
Sebagai contoh, dalam pekerjaan ada atasan atau teman sekerja yang berlaku curang terhadap kita dan merugikan kita. Ketika kita menyadari itu, daripada kita lalu membencinya, bukankah akan lebih baik jika kita mensyukurinya? Mensyukuri bahwa kita akhirnya menyadari “ketidakberesan” ini sehingga kita bisa lebih berhati-hati kedepannya dan lebih cerdas menghadapinya.
Ketika kita menemui orang yang menyebalkan yang membuat kita tidak nyaman, daripada kita memakinya atau kemudian menggosipkannya kepada orang lain, bukankah akan lebih baik jika kita mensyukurinya? Mensyukuri bahwa paling tidak, semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang menyebalkan seperti dia, dan berdoa supaya kita tidak akan pernah menjadi seperti dia.
Ketika kita makan, dan kebetulan makanan tersebut kurang sesuai dengan selera kita, daripada kita mengumpat karena rasanya yang tidak enak tsb, bukankah akan lebih baik jika kita mensyukurinya? Mensyukuri bahwa kita masih bisa memenuhi kebutuhan makan kita, disaat masih sangat banyak orang di berbagai belahan tempat di dunia ini yang tidak bisa memenuhi kebutuhan makannya.
Ketika orang lain bisa memiliki rumah baru, mobil baru, barang yang lebih mahal dan lebih indah dari kita, daripada kita merasa iri, bukankah akan lebih baik jika kita mensyukurinya? Mensyukuri bahwa mereka telah mendapatkan hal sesuai dengan usaha mereka, dan berdoa supaya apa yang mereka miliki dan apa yang kita miliki menjadi berkah.
Ketika kita sering ditolak saat mencari pekerjaan, daripada kita berputus asa, bukankah akan lebih baik jika kita tetap berdoa dan berusaha serta mensyukuri penolakan-penolakan tsb? Mensyukuri bahwa dengan penolakan tsb, berarti pekerjaan tsb tidak akan baik bagi kita, dan Insya Allah, Allah SWT telah menyiapkan yang lebih baik untuk kita.
Ketika kita gagal dalam suatu hal, padahal kita merasa bahwa kita sudah berusaha mati-matian, daripada kita menyerah dan terpuruk, bukankah akan lebih baik jika kita tetap berdoa dan berusaha, serta mensyukuri kegagalan tsb? Mensyukuri bahwa adanya kegagalan tsb berarti Insya Allah, Allah SWT sedang menguji kita dan menyiapkan kita menjadi pribadi yang lebih baik (lebih sabar, lebih tangguh, lebih bijaksana, lebih kuat, lebih dewasa).
Insya Allah bahwa Allah SWT telah Mengatur segala sesuatunya, sehingga kita harus senantiasa bersyukur atas segala ketentuanNYA.
Saya sering mendengar kalimat, “Bersyukurlah atas segala hal dari mulai yang kecil sampai yang besar”.
Apakah tepat kata-kata “kecil” tsb?
Kita masih diberi umur panjang olehNYA sampai detik ini, memiliki badan yang sehat, bisa berpikir, bisa memenuhi kebutuhan makan dan berpakaian, memiliki alas kaki untuk melindungi kaki kita ketika kita berjalan, memiliki tempat tinggal, memiliki teman yang bisa di ajak ngobrol dan berbagi, memiliki keluarga yang menyayangi kita, bisa merasakan udara segar, bisa beraktivitas, apakah semua itu adalah hal kecil?
Bagi orang yang tidak seberuntung kita, tentulah hal-hal tersebut adalah hal yang sangat besar.
Karenanya, mari kita selalu bersyukur atas segala KARUNIA BESAR yang telah diberikan olehNYA, mensyukuri semuanya secara detail setiap saat, sehingga perasaan “tidak baik” karena lupa bersyukur, tidak akan sempat hinggap di dalam hati kita.
Insya Allah, dengan membiasakan diri untuk selalu bersyukur dalam hal apapun, dimanapun, dalam situasi apapun, maka hati kita akan senantiasa tentram dan bahagia dalam menjalani hidup ini, Amiin.

Semoga bermanfaat.

dari seorang sahabat di KomTah : eli nur nirmala sari